Sehat, Kaya, dan Bertakwa Itu Lebih Baik

Dakwah

Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita tentang keseimbangan dalam hidup. Kekayaan bukanlah masalah selama ia dibarengi dengan ketakwaan. Namun, ada hal yang lebih utama: kesehatan bagi orang yang bertakwa.

Dengan tubuh yang sehat, seorang hamba bisa beribadah lebih khusyuk, bekerja dengan penuh semangat, serta memberi manfaat lebih luas bagi sesama. Sementara ketakwaan adalah pondasi utama yang menjadi arah hidup. Adapun kesehatan dan kekayaan menjadi penopang agar hidup semakin bermakna.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak mengapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat.”
(HR. Ibnu Majah, No. 2141)

Hadis ini menegaskan bahwa hidup yang seimbang bukan hanya tentang harta, tetapi juga kesehatan, ketakwaan, dan kebahagiaan hati. Inilah nikmat sejati yang wajib kita syukuri setiap hari.

Syukur sejati bukan hanya dengan ucapan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satunya dengan berbagi kepada anak yatim dan dhuafa, agar keberkahan nikmat yang kita rasakan semakin sempurna.

Salurkan Sedekahmu Melalui:

Bank Syariah Indonesia (BSI)
7274 7274 75
a.n. YYS Zakat Center Thoriqotul Jannah Indonesia
(Kode Bank 451)

📱 Konfirmasi Donasi: 0857 2437 6426
🌐 Donasi Online: www.zakat-center.com

✍️ Oleh: Masudi, S.Ag

Referensi

Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Kitab al-Zuhd, No. 2141.

Al-Ghazali, Ihya’ Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1997.

Al-Munawi, Faid al-Qadir Syarh al-Jami’ al-Saghir. Kairo: Dar al-Hadits, 2005.