Azab Bagi Siapa Saja yang Kufur dengan Ayat Allah

Dakwah

Allah ﷻ berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang kufur pada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan (kepedihan) azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
(QS. An-Nisa: 56)

Ayat ini memberi peringatan tegas tentang akibat kekufuran terhadap ayat-ayat Allah. Kekufuran bukan sekadar tidak beriman secara lisan, tetapi juga mencakup pengingkaran, meremehkan wahyu, dan menolak petunjuk yang Allah turunkan.

Hakikat Peringatan dalam Ayat

Gambaran azab dalam ayat ini bukanlah sekadar ancaman, melainkan peringatan serius agar manusia tidak mempertentangkan diri dengan kebenaran Ilahi. Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan, penyebutan “diganti kulitnya” bermakna agar rasa sakit dan pedih itu terus dirasakan tanpa putus, sebagai bentuk keadilan Allah atas kekufuran hamba-Nya.

Ketika hati keras menutup diri dari kebaikan, akal tertutup dari cahaya hidayah, dan perbuatan menjauhkan diri dari ketaatan, maka manusia berisiko kehilangan maslahat terbesar: keselamatan dunia akhirat. Oleh karena itu, ayat ini mengajak kita untuk introspeksi — memeriksa iman, membersihkan niat, dan memperbaiki hubungan dengan Rabbul ‘Alamin.

Iman yang Nyata dalam Amal

Praktik nyata dari iman tidak berhenti pada ucapan, tetapi terwujud dalam amal: shalat yang khusyuk, zikir yang menghidupkan hati, menjaga lisan dari ghibah dan namimah, serta menolong mereka yang membutuhkan.

Sedekah dan wakaf menjadi sarana konkret untuk membersihkan harta dan hati. Sedekah mengikat kita pada rasa empati, sekaligus menjauhkan dari cinta dunia yang berlebihan. Itulah salah satu cara agar hati senantiasa lembut dan dekat dengan Allah.

✍️ Oleh: Masudi, S.Ag


Referensi Ilmiah

  1. Al-Qur’an al-Karim, QS. An-Nisa [4]: 56.

  2. Ibnu Katsir, Ismail bin Umar. Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1998.

  3. Al-Qurthubi, Abu ‘Abdillah. al-Jami‘ li Ahkam al-Qur’an. Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 2006.

  4. Al-Tabari, Muhammad bin Jarir. Jami‘ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an. Kairo: Dar Hijr, 2001.

  5. Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ ‘Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2005.


🌿 Gunakan Kesempatan Hari Ini untuk Kembali kepada Allah

Perbaiki niat, perbanyak amal, dan jauhi sikap yang menjerumuskan pada kekufuran atau meremehkan ayat-ayat-Nya.

💌 Salurkan dukungan dan sedekah Anda untuk program pendidikan & bantuan sosial:
Bank Syariah Indonesia (BSI)
7274 7274 75
a.n. YYS Zakat Center Thoriqotul Jannah Indonesia
(Kode Bank 451)

📱 Konfirmasi & Informasi: 0857 2437 6426
🌐 Donasi Online: www.zakat-center.com