Kesombongan, Sumber Masuk Neraka
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”
Seorang sahabat pun bertanya, “Bagaimana dengan orang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?”
Beliau ﷺ menjawab: “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”
(HR. Muslim no. 91)
Hadis ini memberikan pelajaran berharga bahwa kesombongan bukanlah perkara penampilan luar. Allah mencintai keindahan, kerapian, dan menganjurkan kita untuk tampil bersih serta pantas. Namun, yang berbahaya adalah penyakit hati berupa penolakan terhadap kebenaran serta meremehkan orang lain.
Kesombongan dapat menutup pintu hidayah, membuat seseorang merasa lebih tinggi dari sesama, enggan menerima nasihat, bahkan menolak kebenaran yang nyata. Rasulullah ﷺ menegaskan, sekecil biji sawi saja kesombongan dapat menjadi penghalang masuk surga.
Karena itu, penting bagi kita untuk merawat hati dengan kerendahan, tunduk kepada kebenaran, serta menjaga lisan dan sikap agar tidak merendahkan orang lain. Allah menegaskan bahwa kemuliaan di sisi-Nya bukan ditentukan oleh kekayaan, rupa, atau kekuasaan, melainkan oleh ketakwaan.
Jadikan Kerendahan Hati sebagai Amal Nyata
Salah satu cara mengikis kesombongan adalah dengan berbagi dan peduli kepada sesama. Melalui sedekah dan zakat, kita belajar menundukkan hati, mensyukuri nikmat, serta menebar manfaat.
Mari bantu bersama:
✅ Santri tahfidz
✅ Yatim & dhuafa
✅ Kebutuhan harian makan santri
✅ Sarana penunjang pendidikan
✅ Donasi barang: brankas & sepeda untuk santri
💌 Salurkan Sedekah & Zakat Anda
Bank Syariah Indonesia (BSI)
7274 7274 75
a.n. YYS Zakat Center Thoriqotul Jannah Indonesia
(Kode Bank 451)
📱 Konfirmasi Donasi: 0857 2437 6426
🌐 Donasi Online: www.zakat-center.com
✍️ oleh: Masudi, S.Ag
Referensi:
- Muslim, Shahih Muslim, no. 91.
- Al-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi.
- Ibn Hajar al-‘Asqalani, Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari, Beirut: Dar al-Ma’rifah.